Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Gugatan Syamsul Fuad selaku penulis cerita film Benyamin Biang Kerok (1972) kepada Falcon Pictures mengejutkan pihak produser film yang memproduksi ulang film tersebut.

"Sebelumnya saya sudah bilang baik-baik dan memberi apresiasi kepada Pak Syamsul Fuad sesuai permintaan beliau. Makanya saya terkejut ketika digugat ke pengadilan," kata Ody Mulya Hidayat, produser Benyamin Biang Kerok (2018) ditemui tabloidkabarfilm.com, Selasa (27/3/2018).

Menurut Ody, pihaknya tidak ingin berpolemik di media terkait masalah gugatan itu. 

"Saya tidak mau masalah ini jadi polemik, dan berharap bisa dibicarakan secara kekeluargaan," ujarnya. 

Proses mediasi sendiri, menurut Ody sebenarnya sudah berlangsung sebelum datangnya gugatan. 

Dia mengatakan, membeli film Benyamin Biang Kerok dari Beno Benyamin (anak almarhum Benyamin S) selaku pemilik film, sehingga seluruh hak film itu berpindah. Dan tidak ada kewajibannya membayar ke penulis, DOP, sutradara dan lainnya.

"Saya memberi apresiasi berupa pencantuman nama Pak Syamsul Fuad di film Benyamin Biang Kerok sebagai penulis asli tahun 1972, dan berusaha menyerahkan uang Rp25 Juta yang diminta walau sebenarnya tidak ada kewajiban saya untuk membayar. Tapi itu pun akhirnya ditolak oleh Pak Syamsul sampai kemudian muncul gugatan," jelasnya.

Sebagai pelaku industri film, Ody ingin berkonsentrasi membuat film tanpa terganggu masalah yang tidak produktif. Saat ini Benyamin Biang Kerok meraih lebih dari 740 ribu penonton. 

"Saya sangat berhati-hati dan tidak sembrono setiap membuat film," tegas produser film Dilan 1990 yang sukses itu. 

Ody berharap masalah film Benyamin Biang Kerok bisa diselesaikan di luar pengadilan.

"Kalau tidak bisa berdamai juga, ya kami akan siap menempuh jalur hukum dengan menggugat balik," katanya. 

Seperti diketahui, penulis cerita Benyamin Biang Kerok (1972), Syamsul Fuad (83) menggugat sejumlah pihak terkait film yang diproduksi ulang itu, antaranya PT Falcon. 

Sidang perdana kasus gugatan yang tak dihadiri pihak tergugat itu berlangsung di PN Jakpus pada Kamis (22/3/2018). Sidang ditunda hingga 5 April.

"Kami juga berharap adanya mediasi untuk menghasilkan win-win solution masalah ini," kata Bakhtiar Yusuf SH, penasihat hukum Syamsul Fuad yang dihubungi secara terpisah. (imam

Last modified on Wednesday, 28 March 2018
Read 572 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru