Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Penulis asli film Benyamin Biang Kerok (1972) H Syamsul Fuad (84) menyambut wacana mediasi yang ditawarkan pihak Falcon Pictures, setelah sidang kasus gugatan Hak Cipta atas film tersebut berjalan beberapa kali. Di sisi lain, rumah produksi Falcon Picture menggugat secara perdata Syamsul Fuad.

"Prinsipnya pak Syamsul sudah mau berdamai, karena beliau lelah dan mulai merasakan sakit," kata Bakhtiar Yusuf SH, penasihat hukum Syamsul Fuad  dihubungi tabloidkabarfilm.com, Senin (21/5/2018).

Menurut Bakhtiar, kliennya sudah membuka diri untuk menyelesaikan kasus gugatan pada rumah produksi tersebut. 

Namun,  kata Bakhtiar kliennya tersebut ingin mediasi berjalan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kesehatannya. 

"Pak Syamsul Fuad minta kompensasi atas waktu, tenaga dan fikirannya untuk menghadiri sidang selama ini, terutama hak atas karya ciptanya. Beliau minta Rp500 juta untuk semua itu," kata Bakhtiar. 

Sebagai penasihat hukum, menurut Bakhtiar, pihaknya telah memberi masukan yang terbaik untuk kliennya. 

"Saya sudah sampaikan pada Pak Syamsul, bahwa ada tawaran dari Falcon sebesar Rp50 Juta,  bahkan setelah kami bicara dengan pihak Falcon sampai di angka Rp100 Juta. Dan, itu menurut kami sudah cukup," jelas Bakhtiar. 

Tetapi, lanjut dia, kliennya menolak tawaran tersebut. 

"Beliau mengatakan sudah capek bolak-balik ke pengadilan selama ini. Tidak mau lagi dengan tawaran itu, dan ingin berdamai dengan syarat tadi (500 juta rupiah). Tapi, kami belum menyampaikan ini ke pihak Pak Oddy Mulya Hidayat (produser). Biar pak Syamsul sendiri nanti yang bicara dengan pak Oddy di pengadilan," jelasnya. 

Sementara itu, HRM Bagiono SH MBA penasihat hukum Falcon Pictures tetap ingin dilakukan mediasi antar keduapihak. 

"Kami sudah menaikkan uang apresiasi untuk pak Syamsul Fuad dari Rp25 Juta menjadi Rp50 Juta. Ini sebagai bentuk semangat kami untuk berdamai," kata Bagiono yang dihubungi secara terpisah. 

Menurut Bagiono, yang juga menjabat Ketua Bidang Hukum di Badan Perfilman Indonesia (BPI),  perdamaian merupakan jalan tengah agar masalah selesai. 

"Falcon sangat ingin mengapresiasi karya pak Syamsul Fuad. Dengan berdamai, Falcon akan membuat film-film lainnya yang ditulis pak Syamsul Fuad selain juga mengapresiasi karya beliau," ujar Bagiono yang baru saja menghadiri sidang mediasi yang pekan lalu tertunda di PN Jakarta Pusat. (imam)

Last modified on Monday, 21 May 2018
Read 209 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru