Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Ajian ilmu pelet dan santet bukan cerita baru di nusantara. Meski demikian, tak menjadi tabu bagi sebagian masyarakat untuk percaya pada keampuhan ilmu htam itu. Kalau mau cepat kaya, terlihat cantik atau disukai banyak orang atau untuk 'balas dendam' bisa diwujudkan dengan mengimani sekaligus mempraktikkan ilmu-ilmu tersebut.

Film sebagai representasi kebudayaan di masyarakat, seperti diungkapkan kalangan pengamat, adalah tepat. Negara heterogen seperti Indonesia punya akar budaya klenik yang kuat. Hal itu bisa dilihat dari film yang kerap muncul di bioskop adalah bertema urban legend dengan bumbu kisah horor di dalamnya. Jenis film ini punya tempat di hati penonton era jaman milenial.

Sebagai sebuah cerita, film berjudul Jaran Goyang boleh dibilang mewakili genrenya. Unsur klenik pengamalan 'ilmu hitam' tadi ditampilkan sedemikian runut dan jelas.  

Menonton film ini seperti diperkenalkan lebih jauh kepada seluk beluk ilmu "Jaran Goyang", sampai cara mempraktikkan dan akibatnya apabila melanggar aturan. Cerita ini sudah sering muncul di masyarakat Jawa. 

Kisah film ini seperti diungkapkan oleh Findo Purwono selaku sutradara, digali dari kisah nyata yang secara kolektif disukai penonton ffilm-film horor selama ini. 

Sebagai pembantu di rumah penyanyi bernama Elena (Cut Meyriska), Dirga (diperankan aktor Ajun Perwira) tergila-gila pada kecantikan paras dan kemolekan tubuh tuannya itu. Manajer sekaligus adik Elena adalah Tania (Laura Theux). Mereka serumah di kota besar dengan sang mama (Intan RJ) yang telah janda  

Dirga berusaha mendapat perhatian dari Elena yang sudah memiliki kekasih Robert (Christiano De Lima). 

Sedemikian rupa Dirga melayani Elena sampai lupa diri bahwa telah melanggar kesopanan. Elena tersinggung marah dan menyiram wajah Dirga yang masuk kamarnya tanpa izin untuk menyerahkan secangkir minuman panas. Namun sang mama menasihati Elena agar tidak kasar pada Dirga. 

Sejak disiram dan diperlakukan kasar oleh Elena, Dirga yang diam-diam sempat membunuh Robert dan menguburnya di belakang rumah, minta izin pulang kampung. 

Di kampungnya, Dirga memohon-mohon pada bibinya, Bu Srinthil (Nova Eliza) yang sudah 'tobat', agar diberi ilmu pelet 'jaran goyang' untuk menaklukkan Elena.

Dirga berjanji tidak akan menggunakan ilmu jaran goyang semaunya, dia hanya mau menaklukkan Elena. Maka, sesuai arahan sang bibi, Dirga melakukan ritual memanggil siluman kuda hitam di dalam hutan tempat makam keramat. 

Dirga lolos ujian. Dia langsung mendapat ilmu itu, dan langsung praktik. Elena yang malam itu tertidur di rumah nun jauh di kota menerima 'kiriman'. Secara spontan dia meraung-raung minta berjumpa dengan Dirga. Pelet jaran goyang sudah bekerja. 

Ternyata, bukan hanya Elena yang jadi mangsa Dirga. Dia menargetkan Tania juga sebagai korban. Bahkan, dia juga berusaha mengirim ilmu peletnya itu pada seorang ustadzah cantik di kampung bernama Azizah (Nurfadillah).

Yang menarik, jika dalam film-film tahun 1980an biasanya ditampilkan seorang ustadz dalam mengusir atau menolak bala, di film ini 'ilmu hitam' versus 'ilmu putih' adalah milik Dirga dan ustadzah Azizah.

Azizah melantunkan ayat-ayat suci Alquran di malam ketika Dirga mengirimkan peletnya. Ajian siluman kuda hitam tak mampu masuk ke tubuh Azizah. 

Dia selamat, dan ajian 'jaran goyang' berbalik masuk ke dalam tubuh Dirga yang akhirnya dia gila, lalu mati ditabrak truk malam itu juga. Salahsatu pesan yang disampaikan film ini adalah moralitas terutama untuk kaum lelaki: jangan jadi pemalas untuk meraih mimpi menjadi kaya. 

Kisah mistis yang dielaborasikan dengan penampilan para pemain muda berwajah indo sejatinya cukup menarik, terutama apabila karakter dan artikulasi suara atau gesture mereka lebih dimatangkan.

Dengan meminjam judul film dari sebuah lagu milik Trio Macan yang populer itu, membuat film ini lebih eksotis meski tanpa ada adegan vulgar di dalamnya. 

Sentuhan nilai-nilai budaya yang melatari lahirnya 'jaran goyang' tidak menjadi prioritas film ini. Maka, jaran goyang versi film ini stereotipe dengan lagunya, yang lebih mementingkan industri semata. (imam

Last modified on Friday, 29 June 2018
Read 508 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru