Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Film horor adventures bertajuk 11:11 Apa Yang Kau Lihat siap diproduksi oleh Layar Production dan Cinema Delapan. Para pemain, lokasi dan jadwal syuting pun bersiap untuk pengambilan gambar.

"Syuting pertama akan kami mulai tanggal 2 Juli 2018 di Lampung. Selanjutnya di Jakarta dan Bali," kata Fitrin Hapsari Sukainah selaku Executive Produser PT Layar Production usai potong tumpeng di acara syukuran produksi film 11:11 di XXI Lounge, Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (28/6/2018). 

Hadir di acara tersebut para pemain seperti Rendy Kejaenet, Twindy Rarasati, Bayu Anggara, Fauzan Smith, Toriq, Lady Nayoan, dan lainnya.

Andy Manopo dipercaya menyutradarai film yang akan mengambil setting tempat wisata dan dunia bawah laut. 

"Para pemain sudah berlatih khusus diving dan diantaranya punya lisensi menyelam. Saya kebetulan juga sudah punya lisensi katagori open air," kata Andy Manopo.

Pengambilan gambar under water akan dilakukan di Bali. "Kebutuhan gambar di dalam laut ini jadi tantangan bagi saya, dan tim. Sebab, kita akan masuk sampai kedalaman," jelas Andy, yang sebelumnya terlibat di film Jailangkung dan Kuntilanak

Tentang judul film yang sangat ikonik di dunia mistis, dimana angka "11:11" sering dianggap sebagai gerbang neraka. 

"Kami memilih bikin film horor, karena genre ini lagi laris di bioskop. Namun dari kemasan cerita dan gambar kita akan garap berbeda dari film horor yang sudah ada," jelas Fitrin yang didampingi Co Executive Produser, Kei Ratnasari.

Dikatakan Kei Ratnasari, film yang mereka hadirkan nanti bukan hanya kisah horor tapi juga eksploitasi tempat wisata.

"Kami akan sajikan horor dalam laut, yang menegangkan yang menguji adrenalin penonton dari awal hingga akhir cerita,” imbuh Kei Ratnasari yang tak lain adalah adik kandung Fitrin Hapsari Sukainah.

Dia menjamin penonton akan dimanjakan keindahan panorama alam dalam laut, serta pantai-pantai yang keren.

"Kami optimis film kami yang direncanakan tayang pada Nopember 2018 akan memikat hati penonton," kata Fitrin.

 

Hilang di tengah laut

Film ini mengisahkan kondisi laut di lepas pantai Tanjung Biru, saat bulan purnama. Sebuah kapal misterius diduduki dua orang perampok kapal. 

Mereka gelisah melihat jam menunjukkan 11:11 dimana mereka harus menyelam.Tanpa mereka sadari, jarum jam berhenti berdetak di angka 11:11. 

Setelah menyelam mereka seperti hilang di telan lautan begitupula seorang wanita bernama Dewi ibu seorang anak bernama Galih yang jadi penjaga situs di Tanjung Biru. 

Kisah pun berlanjut, melompat pada 10 tahun kemudian di saat Galih menjadi mahasiswa. Dia bersama beberapa teman di bidang fotografi bawah laut menghadapi pengalaman misterius. 

 

Tentang Layar Production

Layar Production bukan rumah produksi baru. Beberapa tahun lalu PH ini telah membuat program televisi infotainment Kassel (Kasus Selebriti), iklan dan film layar lebar. 

Salahsatu pemiliknya adalah Armein Firmansyah, Direktur Film Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun 2014-2015. Kini, Layar Production diserahkan pengelolaannya kepada dua putrtinya, Fitrin dan Kei. (imam

Last modified on Friday, 29 June 2018
Read 239 times
Rate this item
(0 votes)
Tagged under
TIS

шаблоны joomla на templete.ru