Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Sineas John De Rantau berencana membuat film komedi satir. Dia menghindari para pemain pelawak atau komika.

Selain menjadi sutradara film berjudul Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi (DMDKM) -- adaptasi naskah drama karya Seno Gumira Ajidarma -- John juga bertindak sebagai produser dan penulis skenarionya. 

"Saya tidak hadirkan pelawak atau komika di film ini, karena khawatir terjebak dengan pemain yang cenderung mencari efek melucu," kata John De Rantau kepada wartawan di acara selamatan produksi film Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi di Hotel Morrissey, Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Dipilihnya genre komedi satir menurut Jhon karena mudah diterima oleh masyarakat. 

"Hanya komedi yang mampu menyentuh masyarakat kita, untuk menyampaikan sebuah pesan yang serius. Tapi, saya tidak akan hadirkan komedi slapstick," ujar Jhon yang sebelumnya membuat film Wage tentang tokoh pahlawan nasional WR Soepratman.

Sejumlah artis dilibatkan di film DMDKM antaranya "Putri Indonesia 2014" Elvira Devinamira, Mathias Muchus, Yayu Unru, Wulan Ruz, Ricky Malau, Anne J Coto, Anna Tarigan, Farid Ongky, Jurike Prastika, Maryam Supraba, David John Scaap, Enno TB, Ingrid Widjanarko, Ade Puspa, Fiki Alman, dan Indaryanto.

Beberapa artis lainnya Poppyasya, Juliana Moechtar, Anisa Sheban, Emmie Lemu, Ferouz Afero, Didi Hasyim, Johan Sebastian, Totos Rasiti, Yaser Arafat, Iwan Gardiawan, Kathy Monica, Masree Ruliat, Jean Marais, dan lain-lain. 

DMDKM akan diproduksi oleh Himaya Pictures yang terdiri dari Andy Shafik (Producer), Poedji Churniawan (Executive Producer), Hati Purnama (Co. Execuive Producer), dan John De Rantau.

Menurut John De Rantau, film DMDKM mengangkat isu sosial di masyarakat saat ini, terutama soal kesalahpahaman makna dari prasangka. 

"Prasangka sering berkonotasi buruk di Indonesia, padahal maknanya bisa negatif dan positif. Hal inilah yang menjadi isu tema yang diangkat dalam film dengan cara olok-olok," jelasnya. 

Salahsatu contoh prasangka itu, misalnya jika menyebut orang tinggal di tempat kumuh maka sudah pasti kotor, kasar dan tidak berbudaya. 

"Sebaliknya, kalau orang tinggal di rumah mewah dan hotel diprasangkakan bahagia, senang dan berlimpah-limpah. Dari kedua sudut pandang prasangka ini kerap menimbulkan kelucuan satire," kata John. 

Dikatakan oleh John, komedi yang akan dia hadirkan memiliki kesaman dengan karya sutradara Usmar Ismail (film Krisis), Nyak Abbas Acub (Kipas Kipas Cari Angin), atau Chairul Umam (Kejarlah Daku Kau Kutangkap).

"Para aktor di film itu berperan sangat serius dan tidak melawak," tandas John De Rantau. Rencananya, syuting film DMDKM akan dimulai Senin, 16 Juli di Kuningan, Jawa Barat. (imam

Last modified on Friday, 13 July 2018
Read 380 times
Rate this item
(0 votes)
Tagged under
TIS

шаблоны joomla на templete.ru