Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Festival Film Indonesia (FFI) tahun 2018 dimulai. Ajang penghargaan insan film ini memasuki tahun yang ke-37 dan kembali membentuk komite seperti tahun 2009.

"FFI tahun ini dilaksanakan oleh sebuah komite, dimana saya ditunjuk sebagai ketuanya oleh Badan Perfilman Indonesia selaku penyelenggara yang bekerjasama dengan pemerintah," kata Lukman Sardi pada peluncuran Festival Film Indonesia di Cinema XXI Metropole, Jakarta Pusat, Senin (1/10/2018) malam. 

Komite tersebut dikukuhkan sebagai tim pelaksana kegiatan FFI selama tiga tahun (2018-2020).

"Komite ini terdiri beberapa unsur ketua dan akan menjadi grand desain selama 3 tahun ke depan," kata Lukman. 

Dengan penerapan sistem komite inilah, FFI 2018 dan seterusnya dijanjikan lebih baik dari sebelumnya. 

Anggota Komite FFI yaitu Catherine Keng (Sekretaris), Edwin Nazir (Keuangan dan Pengembangan Usaha), Lasja F Susatyo (Program), Nia Dinata (Penjurian), dan Coki Singgih (Komunikasi). 

"Semoga sistem komite ini dan program yang nanti dijalankan dapat mencapai tujuan bersama dalam menghasilkan film Indonesia yang berkualitas termasuk pada pengembangan literasi di dalamnya," jelas aktor pemeran film Sang Pencerah (2010) itu. 

Turut hadir malam itu para pejabat pemerintah seperti Didik Suhardi (Sekjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), Ahmad Yani (Ketua Lembaga Sensor Film), Maman Wijaya (Kapusbang Perfilman Kemdikbud), Hilmar Farid (Dirjen Kebudayaan Kemdikbud), Triawan Munaf (Kepala Badan Ekonomi Kreatif), Dewi Umaya (Plt Ketua BPI) serta pengurus dan anggota BPI lainnya. 

Dalam sambutannya, Triawan Munaf mengatakan mendukung FFI yang menjadi tolok ukur kualitas perfilman Indonesia. 

"Sangat beruntung industri film berada dibawah dua lembaga negara, Bekraf dan Dikbud. Bekraf peduli pada film yang berkualitaa tetapi juga bisa dipasarkan secara maksimal," kata Triawan.

Menurutnya, dibawah dua lembaga negara ini industri film Indonesia semakin maju.

"Sekarang jumlah film Indonesia mencapai 40% dan sisanya (60%) adalah film asing. Jumlah ini lebih bagus daripada indusri film nasional di Australia yang jumlahnya 1 % dari film asing," kata Triawan. 

Dari sisi jumlah penonton film Indonesia naik setiap tahun. "Penjualan tiket film kita tahun ini sekitar 42 juta, dan tahun depan diramalkan mencapai 52 juta tiket," katanya. 

Bekraf menurut Triawan mendukung FFI, dan berharap lebih baik lagi. "Karena BPI sudah baik bahkan menjadi otak kegiatan Akatara yang diadakan Bekraf. Semoga FFI tidak terjadi lagi kontroversi," pungkasnya. 

Sementara itu, Didi Suhardi Sekjen Kemdikbud mengatakan film Indonesia harus menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. 

"Artinya filmnya harus lebih banyak lagi meski masih kalah sedikit daripada film asing," ujar Didi singkat. 

 

Penjurian 

Dalam penjurian film peserta FFI 2018, Komite FFI memakai metode seperti tahun sebelumnya dengan beberapa perbaikan. Salah satunya, kategori film cerita panjang, film yang dinilai sudah harus memiliki STLS (surat tanda lulus sensor) dari LSF. 

"Film yang akan diseleksi adalah yang tayang di bioskop mulai 1 Oktober 2017 sampai 30 September 2018," kata Lukman Sardi. 

Bentuk penjurian dan penetapan nominasi dilaksanakan melalui rekomendasi asosiasi profesi dan komunitas. 

Sementara pemilihan pemenang dilakukan oleh perwakilan yang ditunjuk asosiasi profesi dan komunitas ditambah 10 juri mandiri. 

"Sebagai pekerja dan pegiat yang aktif dalam lingkungan produksi, para juri dari asosiasi profesi dan komunitas dianggap lebih memahami secara baik setiap detail dari tiap unsur yang dinilai serta mengetahui tren perfilman dunia," jelas Lulman. 

Tahapan penjurian berlangsung 2-25 Oktober 2018. Pengumuman nominasi direncanakan 6 November 2018. 

Pemenang Piala Citra FFI 2018 diumumkan di Malam Anugerah pada Desember 2018 dan seluruh proses penjurian dilakukan Deloitte Consulting. 

 

Komite FFI bukan yang pertama

Sebenarnya bukan yang pertamakalinya FFI memakai pola Komite. Karena pada FFI 2009 dan 2010 dibentuk Komite FFI yang diketuai Niniek L Karim. 

Komite FFI dibentuk karena telah berakhirnya masa aktif Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N) yang dikepalai Deddy Mizwar. 

KFFI ketika itu diharapkan bekerja selayaknya Panitia Tetap (Pantap) selama beberapa tahun. Namun, pada FFI 2010 terjadi ricuh, hingga Niniek L Karim mundur sebagai Ketua KFFI. 

Bahkan para anggota juri yang kemudian memenangkan film Sang Pencerah dipecat dan penilaiannya digugurkan. Uniknya, Lukman Sardi yang berperan di film besutan sutradara Hanung Bramantyo itu terpilih menjadi Ketua Komite FFI 2018. (imam). 

Last modified on Wednesday, 03 October 2018
Read 131 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru