Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Rudy Wowor (74) tak hanya aktor tapi juga penari profesional. Kepergian pria bernama asli Rudolf Canesius Soemolang Wowor pada Jumat (5/10/2018) menyisakan duka sekaligus kenangan.

Untuk mengapresiasi kiprah Rudy Wowor di jagad seni tari, EKI Dance Company akan mementaskan pertunjukan "Mari Menari" di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia pada 13 Oktober 2018 pukul 15.00 dan 19.00 WIB.

Dalam pentas nanti akan diputar video tentang Rudy Wowor,  juga beberapa tarian yang terinspirasi baik dari, tarian-tarian, ataupun proyek-proyek yang telah ditekuni oleh Rudy Wowor.

Tarian yang akan dihadirkan merupakan karya Rudy yang dipentas ulang dan karya para muridnya. Para penari yang terlibat nanti, sebagian besar murid-murid Rudy Wowor yang ingin memberi apresiasi bagi kerja keras Rudy selama ini sebagai seniman Indonesia.

Sepanjang kariernya, selain di Indonesia  ia telah berkiprah di berbagai negara seperti  Belanda, Jerman, Perancis, serta Spanyol.

Tahun 1968 ia menjadi salah satu penari utama pada konser musik Rolling Stones ketika tur di Eropa. Pada awal berkarir di Indonesia tahun sebagai salah satu seniman yang meletakan batu pertama dibangunnya dunia seni pertunjukan di Indonesia.

Rudy Wowor ikut membawa Indonesia mengenal istilah show director dalam peragaan busana sehingga berdampak pada sebuah pergelaran yang relative canggih lantaran mengikutsertakan banyak unsur, seperti acting, tari,  hingga music dan dekorasi.

Selain itu, Rudy juga menggarap aksi panggung untuk sejumlah penyanyi seperti Vina Panduwinata, Hetty Koes Endang, SAS Grup dan banyak lagi.

Belakangan beliau banyak membintangi film seperti Cut Nya Dhien, yang membawanya sebagai nominasi peran pembantu terbaik, lalu  Java Heat,  dan  sejumlah drama tv.

Event ini diharapkan semua orang dapat lebih mengenal sosok Rudy Wowor dan apa yang sudah beliau lakukan bagi seni di Indonesia, agar apa yang selama ini ia perjuangkan dan berikan kepada murid-muridnya tetap hidup, dan tidak hilang ditelan jaman.

Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI) adalah sebuah dance company profesional yang memadukan unsur tradisi dan kontemporer dalam karya-karyanya.

 

Tentang EKI 

EKI didirikan tahun 1996 oleh Aiko Senosoenoto dan Rusdy Rukmarata. Keduanya terinspirasi oleh semangat Karmawibhangga – sederet relief Candi Borobudur yang kini terkubur – yang menebarkan paham keterbukaan pemikiran dan potret yang jujur dari masyarakat pada jamannya. 

Selama sepuluh tahun terakhir ini, EKI juga telah melahirkan sejumlah pementas- an musikal seperti : Madame Dasima (2001), China Moon (2003), Lovers and Liars (2004), Battle of Love (2005), Freakin’ Crazy You (2006), Miss Kadaluwarsa (2007), Jakarta Love Riot (2010), Kabaret Oriental (2012) dan lain-lain.

Pada September 2016 lalu, EKI dipercaya untuk tampil pada Jamuan Makan Malam Kenegaraan di Istana Negara, di hadapan Presiden RI Joko Widodo dan tamu negara, Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Mulai tahun 2016 ini, EKI Dance Company juga rutin menggelar pementasan  dengan tajuk EKI Update  dengan kemasan variety Show mengusung tema berbeda. (imam

Last modified on Tuesday, 09 October 2018
Read 323 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru