Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Film bioskop Impian 1000 Pulau karya sutradara Naphtali Ivan (20) serta tim kru anak-anak Kepulauan Seribu diputar pada acara nobar (nonton bareng) bersama 500 pelajar madrasah Al Fikriyah dan pengurus Kalingga-Lions Club Monas di CGV, Plaza Slipi Jaya, Jakarta Barat, Senin (12/11/2018).

Kegiatan tersebut dalam rangka mengumpulkan dana perbaikan lingkungan di Kepulauan Seribu. Impian 1000 Pulau mengisahkan tentang seorang anak nelayan yang bercita-cita menjadi pembuat film. Sang ayah tidak setuju karena menganggap itu usaha yang sia-sia. 

Film yang menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai bangsa Indonesia ini disutradarai oleh pelajar SMA, menggunakan dana sumbangan dari berbagai pihak. Selain mengedukasi para penonton, para remaja di Pulau Kelapa Dua ini juga mempromosikan aneka kuliner untuk memajukan industri pariwisata kepulauan seribu.

Ivonny Zakaria selaku Eksekutif Produser mengatakan pembuatan film dimaksudkan untuk mencari perbaikan lingkungan dan usaha masyarakat Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.

"Dana yang terkumpul, 100% akan kita serahkan ke masyarakat Kepulauan Seribu. Di sana ada berbagai olahan kuliner yang kita coba angkat. Kita pernah membawa koki hotel bintang lima untuk mengajari masyarakat memasak tanpa micin," kata Ivonny. 

Menurut Ivonny dari tiap tiket film berarti telah menyumbang satu batang pohon mangrove, yang akan ditanam di pesisir pantai Kepulauan Seribu.

"Target kami adalah sejuta pohon. Jadi harapannya akan ada sejuta penonton menyaksikan film ini," tambah Ivonny, yang juga ketua Gerakan 1000 Pulau. 

Gubernur Lions Club Distrik 307-A1 Sylviana Murni mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan produser film Impian 1000 Pulau untuk membantu penanaman pohon mangrove di Kepulauan Seribu.

Menurut Sylviana, saat ini ada 362 klub bernaung di bawah Lion Club Indonesia yang akan digerakkan menonton film ini. 

"Kepulauan Seribu bagian dari Jakarta dan kita harus punya kepedulian. Mangrove harus tumbuh, tidak boleh ada pengeboman ikan, kita didik masyarakat untuk mengolah makanan sehat," katanya.

Sementara Presiden Kalingga Lion Club, Tjut Syahna mengungkapkan, kegiatan Kalingga untuk mendorong pertumbuhan pariwisata Kepulauan Seribu.

"Kalau Singapura punya Sentosa Island, kita punya Kepulauan Seribu, salah satu tujuan wisata yang dicanangkan sebagai salah satu dari 10 Bali Baru. Kita bukan hanya menanam mangrove, tetapi juga mendorong masyarakat agar tidak menggunakan hairspray dan sedotan plastik," papar Tjut Syahna. 

Sore harinya juga diadakan nobar film yang sama di CGV Pacific Place, dengan mengundang siswa dari Khadijah Islamic School.

Menurut rencana, film ini akan diputar secara resmi di jaringan bioskop seluruh Indonesia pada bulan Desember 2018. (imam

Last modified on Monday, 12 November 2018
Read 213 times
Rate this item
(0 votes)
Tagged under
TIS

шаблоны joomla на templete.ru