Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Di tengah rapat kerja Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat (9/3/2019), perancang busana yang merupakan Bendahara Utama LKB Anna Mariana, menggelar karya master piecenya berupa Tenun Betawi dalam parade busana.

Tenun Betawi atau tenun BaliBetawi (BaBe) pertama kali diluncurkan Anna tahun 2016, atas inisiatif pimpinan DKI saat itu, Sony Sumarsono. “Saat itu di Betawi (Jakarta) sama sekali belum memiliki sutra tenun, yang ada hanya Batik Betawi," tutur Prof Dr Anna Mariana SH, MH, MBA.

Ada 20 rancangan Anna dalam diperagakan oleh para model. “20 Koleksi terbaru yang diperagaan hari ini, busana wanita dan pria  dengan design bergaya Betawi modern, kekinian, dan sesuai dengan anak milenial jaman now,” ujarnya. 

Koleksi tersebut antara lain berbentuk baju hijab, ada pula baju santai untuk hang out. Design tersebut disesuaikan dengan  tema rapat kerja  hari itu, yakni LBK Penggerak Pelestarian dan Pengembangan Budaya Betawi di Era Milenial. 

“Tema  ini sekaligus untuk mengangkat dan mempromosikan budaya Tenun Betawi Modern di era kini," jelas Anna.

Wanita kelahiran 1 Januari 1960 ini menyebut tujuan utama diciptakannnya tenun Betawi juga produk BaBe antara lain agar bisa mengangkat budaya Betawi ke tingkat lebih modern dan bisa dibanggakan ke tingkat Internasional.

“Agar  Betawi tidak kalah dari daerah lain yang sudah lebih dulu dikenal di dunia internasional untuk produk mode dan fashionnya melalui tenun yang indah," ujar isteri dari Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha SH, MS, MSC.

Dalam beberapa kesempatan show di Washington DC dan Jepang, Tenun Babe pula yang menjadi bahan utama untuk diperagakan.

Selama masuk ke dalam pengurusan LKB, Anna  mengaku ide-idenya tertampung dengan baik. Bahkan bersama  Beki Mardani (Ketum LKB)  dan Imron Hasbullah (Sekjen) telah disusun rencana kegiatan bertajuk Betawi Modest Fashion Week yang akan digelar secara tahunan.

“Agar bisa  mengangkat industri pakaian dan kerajinan tradisional Betawi lebih  berkembang dan menjadi modern. Di pengurusann LKB ini, kami sejalan, sepemikiran  dengan seluruh pembina lainnya," kata Anna.

Dengan lahirnya tenun Betawi produk unggulan karya Anna Mariana melengkapi Batik Betawi yang sudah lama ada, menurut Anna, warisan nusantara ini akan mengangkat dan membawa budaya Betawi lebih dikenal luas hingga manca negara.

Anna Mariana gigih melestarikan dan mengembangkan tenun sebagai warisan leluhur budaya bangsa Indonesia. Setelah merilis tenun Babe, ia menghasilkan tenun perpaduan baru. Antara lain tenun BaliSolo, Bali Jogja, Bali Papua dan Tenun BaliMagista (Bali Makasar, Bugis dan Toraja).

Di tengah perjuangan mengembangkan beragam tenun itu,  Anna Mariana sesungguhnya memendam impian untuk bisa melahirkan peringatan Hari Tenun Nasional, sama seperti peringatan hari Batik yang setiap tahun diperingati tiap  tanggal 2 Oktober.

Bersama sejumlah yayasan yang menaungi dan membina para pengrajin Indonesia, seperti  KTTI (Komunitas Tekstile Tradisional)  ATTI (Assosiasi Tradisional Tenun Indonesia), Yayasan CBKN (Cinta Budaya Kain Nusantara) yang didirikannya,   Anna  bergerilya melobi dan melakukan pendekatan kepada pemerintah, baik lewat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, maupun lewat Setneg.

Perjuangan Anna dan kawan-kawan, dalam mengangkat Tenun dan membawa Tenun-tenun  Indonesia diakui secara legalitas, bakal segera terwujud. “Alhamdulillah Pemerintah sudah  menetapkan Hari Tenun Nasional untuk diperingati setiap tanggal 7 September, Kepresnya tinggal ditandatangani Pak Presiden Jokowi. Deklarasi tentang penetapan peringatan ini akan diumumkan dalam acara Festival Tenun Tradisional Nusantara dalam waktu dekat.” Kata Anna.

Dengan adanya penetapan Hari Tenun Nasional, menurut Anna diharapkan dapat membantu industri tenun tradisional Indonesia berkembang lebih maju.

“Kami sangat mengharapkan dukungan Pemerintah, agar industri pengrajin tenun dapat terus tumbuh, sehingga mampu meningkatan sektor industri ekonomi  sekaligus bisa mengurangi tingkat pengangguran," kata Anna yang baru pulang dari ibadah Umroh bersama keluarga besarnya juga keluarga besar Ibu Sudjiatmi Notomihardjo, Ibunda kandung Joko Widodo.

Menurut Anna, di tengah ibadah umroh itu, Pemerintah Arab  memberikan kesempatan kepada Anna dan rombongan untuk masuk ke tempat pembuatan Kiswah (kain penutup) Ka’bah  di kota Makkah. “Tidak semua orang dapat ijin masuk ke situ," jelasnya.

Sejarah  mencatat, Kiswah Ka’bah memang dibuat dari pola menenun secara tradisional. Dari jaman Baginda Rasullulah itu memang belum ada tekhnologi mesin. 

“Sampai saat ini Arab Saudi masih membudayakan tenun khusus hanya untuk membuat Kiswah Ka’bah. Namun, untuk produk lainnya mereka tidak mampu mengembangkan lagi, terlebih tekhnologi mesin semakin baik, Ditambah keterbatasan SDM yang semakin langka, tenun tak bisa berkembang lagi!” ungkap Anna yang menuliskan khusus soal tenun Kiswah Kabah di dalam buku terbarunya bertajuk Mengangkat Harkat Martabat Tenun Indonesia yang dicetak dalam dua Bahasa; Indonesia dan Inggris. (imam)

Last modified on Tuesday, 12 March 2019
Read 294 times
Rate this item
(0 votes)
Tagged under
TIS

шаблоны joomla на templete.ru