Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mengapresiasi film karya Livi Zheng berjudul Bali: Beats of Paradise yang mengangkat kisah seniman dan destinasi Bali.

 "Film adalah alat komunikasi paling halus, yang dari perspektif pariwisata ikut mendorong promosi budaya dan destinasi kepada dunia," kata Nia Niscaya selaku Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata dalam jumpa pers film Bali: Beats of Paradise di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Jumat (19/7/2019).

Nia Niscaya mewakili Menteri Pariwisata Arief Yahya yang mendadak bertugas ke Istana Negara mengatakan, film ini memperkuat data wisman yang datang ke Indonesia.

Menurutnya, sebanyak 65% karena alasan tertarik budaya, 30% karena alam, dan 5% karena mainmade atau kreasi atau produk lokal.

"Ini pas untuk Kemenpar, karena film ini juga menghadirkan sisi budaya dan mengangkat tentang Bali. Seperti diketahui, wisman datang ke Indonesia, sebanyak 40% melalui Bali," kata Nia Niscaya. 

Film ini juga akan memperkuat sesuatu yang besar menjadi lebih besar lagi. "Karena destinasi Bali sudah kuat, ceritanya tentang Bali, dan di dalamnya ada budaya Bali yang akan menjadi alasan wisatawan ke Indonesia," kata Nia. 

Pemerintah melalui Kemenpar merasa perlu memberi pujian pada film "Bali: Beast of Paradise" karena pertamakali film tentang Indonesia dibuat oleh sutradara muda Indonesia dan go international. 

"Melalui filmnya ini, Livi Zheng telah ikut membantu pemerintah dari sektor pariwisata," kata Nia Niscaya. Sejumlah menurut Nia selain berpengaruh terhadap destinasi antaranya Sound of Music, Crocodile Dundee, atau Eat Pray Love bercerita soal destinasi di India, Italia dan Indonesia.

"Diharapkan, film Bali: Beats of Paradise akan memperkuat posisi Bali Top of Mind-nya calon-calon wisatawan di seluruh dunia," ujar Nia.

Sementara itu, sutradara film Livi Zheng yang hadir di Kemenpar mengatakan, banyak film luar menggunakan musik gamelan. 

Film Avatar dibuat sutradara James Cameron memakai gamelan seperti ditulis Washington Stars, gamelan juga dipakai untuk tv series Star Trek, Mario Bross, dan lain-lain.

"Yang saya sedih, banyak orang belum tahu kalau musik gamelan itu dari Indonesia," kata Livi Zheng yang akhirnya membuat film berlatar musik gamelan dan seniman Bali.

"Bali: Beats of Paradise sudah tayang di bioskop-bioskop Amerika pada November 2018, di Korea bulan April, dan sekarang tayang di Singapore Airlines," kata Livy, yang juga diundang memutar filmnya di Disney.

Masuknya sponsor dari Amerika menjadikan film ini didistribusikan di bioskop Amerika. "Kita ambil kesempatan ini karena gak gampang film masuk bioskop di Amerika. Dari seluruh film yang masuk ke Amerika, hanya 10%  yang bisa tayang di bioskop. Kalau film sudah tayang di Amerika, maka distribusinya ke seluruh dunia akan otomatis," jelas Livi 

Menurut Livi filmnya sudah masuk ke negara Cina dan Korea melalui plattform online dunia Baidoo dan lainya. Khusus di Indonesia, film Bali: Beast of Paradise mulai tayang di bioskop mulai 22 Agustus 2019.

Selain membuat film tentang Bali, Livi Zheng juga membuat film The Santri, petualangan santri dan santriwati sampai ke Amerika. "Background-nya di Jawa Timur," ungkap sutradara kelahiran Blitar, Jawa Timur pada 3 April 1989.

Bali: Beats of Paradise mengangkat kisah perjalanan hidup seorang penari sekaligus Seniman Gamelan Bali bernama I Nyoman Wenten. 

"Saya bangga dan berterimakasih karena menjadi bagian film yang menginspirasi ini," kata Nyoman Wenten yang selama 40 tahun tinggal di Amerika dan melatih dan mengembangkan musik gamelan di negara Paman Sam.(imam)

Last modified on Friday, 19 July 2019
Read 181 times
Rate this item
(0 votes)
Tagged under
TIS

шаблоны joomla на templete.ru