Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Film Bali: Beats of Paradise karya sutradara Livi Zheng menyimpan harapan bagi dunia pariwisata Indonesia. Hal itu diungkapkan Menteri Pariwisata Ir Arief Yahya saat menghadiri galapremiere film tersebut di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Menurut Arief Yahya, pihaknya mendukung dan membantu promosi film-film yang mengangkat kebudayaan dan destinasi Indonesia. “Kami akan dukung film seperti ini, yang sudah beberapa kali menjadi trending topic di twitter. Kita harapkan film ini mendapatkan apresiasi dari banyak penonton,” katanya.

Secara pribadi Arief Yahya memberi pujian dan ikut bangga pada Livi Zheng sebagai sutradara yang memiliki prestasi internasional. “Terutama film ini juga masuk dalam katagori Best Pictures di Piala Oscar,” ujar menteri. 

Menteri Arief Yahya menilai film merupakan medium yang paling efektif dalam mempromosikan destinasi wisata. Salah satu contoh adalah Negara New Zealand, melalui Lord of the Rings. “Kalau di Indonesia belum lama ini adalah film Ada Apa Dengan Cinta?2 yang berhasil menghidupkan destinasi wisata,” ujar Arief Yahya.

Sebagai komponen promosi, gabungan antara film dan sutradara sangatlah penting. Arief Yahya berharap film Bali Beats of Paradise akan semakin mempopulerkan Bali di dunia yang tahun ini menyumbangkan US$ 8 Milyar dari US$ 20 Milyar devisa yang diterima Indonesia. 

"Bali adalah penghasil 40% devisa yang diterima Indonesia dari luar negeri. Pada saat itulah kita berharap pariwisata menjadi penghasil devisa terbesar di Indonesia,” lanjut Arief Yahya didampingi Livi Zheng (sutradara), Julia Gouw (produser) dan Umar Hadi (Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan). 

Film Bali : Beats of Paradise mengisahkan perjalanan hidup Nyoman Wenten, seniman gamelan dari Pulau Dewata yang tinggal di Los Angeles. Wenten dikenal sebagai pengajar etnomusikolohi di UCLA dan Herb Alpert School of Music, serta California Institute of the Arts. 

Wenten mulai bersinggungan dengan gamelan sejak kecil di Bali, yang membawanya melanglang buana. Nyoman Wenten kemudian bekerjasama dengan musisi Judith Hill yang sebelumnya kontestan The Voice dan pemenang Grammy Award. 

Judith Hill pernah menjadi penyanyi latar sejumlah penyanyi pop Amerika, antaranya Michael Jackson dan Stevie Wonder. Bersama Judith Hill, Nyoman Wenten menggabungkan gamelan dan tari Bali dengan musik funk dalam lagu Queen of the Hill. 

Film Bali: Beats of Paradise sudah diputar di bioskop-bioskop Amerika mulai 16 November 2018. Film ini juga diputar di Korea Selatan. Di Indonesia sendiri, film karya sutradara Livi Zheng ini akan tayang di bioskop mulai 22 Agustus 2019. 

Produser film Julia Gouw yang merupakan salahsatu diaspora Indonesia di Amerika mengatakan, banyak orang di Amerika belum mengenal Indonesia sebagai Negara besar. “Mereka tahu Bali, tapi tidak tahu kalau Bali itu ada di Indonesia,” katanya 

Pembuatan film Bali Beats of Paradise dimaksudkan antara lain untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia. “Karena kami sudah lama tinggal di sana, ingin sekali promote tentang kebudayaan Indonesia melalui gamelan sebagai musik yang sangat special,” ujar Julia Gouw. 

Gouw tertarik menerima penawaran Livi Zheng yang berinisiatif membuat film berlatar musik dan seniman gamelan Nyomen Wenten tersebut. “That is good. Sebab gamelan is very-verry precious tapi kalau tidak dipromote orang tidak ada yang tahu. Padahal gamelan dipakai di berbagai film termasuk Avatar, dan hanya orang-orang yang spesial di musik dan film saja yang tahu hal itu,” ungkap Gouw. 

Banyak di kalangan muda Amerika yang belajar tentang gamelan melalui Nyoman Wenten, sementara istrinya Nanik mengajarkan tarian Bali. “Makanya kami bangga bisa menyampaikan sisi gamelan ini kepada dunia, dan mendapat kesempatan masuk dalam ajang Piala Oscar,” kata Julia Gouw. (imam)

Last modified on Thursday, 15 August 2019
Read 88 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru