Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Film horor berlatar kebudayaan Jawa Barat berjudul Nimas Selendang Merah siap diproduksi oleh produser Gustom Gunawan.

Rencana syuting dilaksanakan Desember mendatang, melibatkan sutradara Sonny (Indonesia) dan Anji Aswandi (Malaysia) dengan supervisi oleh Harry Dagoe Suharyadi.

Pengumuman kerjasama produksi sineas Indonesia dan Malaysia itu disampaikan bersamaan dengan rencana produksi dua film (Qasidah Berjanji dan Nginep) garapan sutradara Harry Dagoe.

"Pembuatan film ini sangat menarik, karena digarap bersama sutradara dua negara bertetangga. Saya tidak bisa menolak ketika diminta untuk mensupervisi film ini oleh Pak Gustom Gunawan," kata Harry Dagoe di Coffee Konco, Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/11/2019).

Sementara Gustom Gunawan selaku produser mengatakan, film Nimas Selendang Merah memiliki keunikan karena berlatar kebudayaan di tanah Jawa. "Kami tertarik mengangkat cerita horor berbalut kebudayaan Jawa Barat. Kisahnya tentang seorang sinden tari Jaipong," kata Gustom.

Turut hadir dalam selamatan produksi film Nimas Selendang Merah antaranya artis pemeran dari Indonesia Farah Fang, serta aktor Malaysia Ayie Hushaeri dan sutradara Wanji Aswandi.

"Kota yang menjadi obyek riset film ini adalah Subang, Sumedang, dan Majalengka di Jawa Barat. Tetapi untuk lokasi syuting kami akan mengambil di Subang dengan membangun set di kota itu," ujar Gustom yang juga memiliki kesibukan di bidang pementasan musik.

Bagi aktor Malaysia, Ayie Hushaeri kesempatan dirinya bermain di film Nimas dan syuting di Indonesia merupakan pengalaman pertama dan menarik.

"Saya sangat senang dilibatkan di film ini karena menjadi pengalaman menarik, sekaligus bisa melihat bagaimana sebuah produksi film dibuat di sini," kata Ayie dengan bahasa Malaysia yang kental.

Sebagai pelakon film, Ayie Hushaeri sudah mengantongi sejumlah judul film di negaranya. Film berbagai genre diperankannya, namun dia dapat peran di film horor pertamanya berjudul Pontianak Harum Sundal Malam.

Sementara sutradara Wanji Aswandi mengatakan sistem produksi film di Malaysia sangat berbeda dengan di Indonesia.

"Di Malaysia syuting bisa dilakukan sebulan sampai dua bulan lamanya, tapi di Indonesia hanya belasan hari saja. Jadi ada cabaran buat saya ketika diminta oleh Pak Gustom mendirect film ini," ujar Wanji yang didapuk sebagai sutradara bersama Sonny dari Indonesia.

Satu hal, Wanji mengatakan terdapat dua hal yaitu unsur mengejutkan dan menakutkan. "Saya akan buatkan film ini sebuah rasa ketakutan kepada penonton," kata Wanji. Sebagai sutradara, dia berpengalaman menggarap film jenis action serta menulis script film. (imam)

Last modified on Thursday, 07 November 2019
Read 268 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru