Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

FILM tentang penderita autis yang diperankan aktor profesional mungkin sudah biasa. Misalnya, Dustin Hoffman di film Rain Man. Maka menjadi unik ketika penderita autis berakting seperti di film I’m Star  karya sutradara Damien Dematra. Untuk ide tersebut, Im Star meraih penghargaan internasional.

 

Film I’m Star  yang pernah tayang di bioskop Indonesia pada medio Juli tahun lalu bertutur tentang perjuangan anak-anak penderita autisme secara komersil tidak mendapat respons, namun meraih penghargaan di luar negeri.

“Film ini sempat tayang di bioskop sekitar seminggu, dan memang tidak ditujukan untuk tujuan komersil,” kata Damien Dematra, sutradara merangkap belasan jabatan di film Damien Dematra Production tersebut.

Hal itu dikatakan Damien menjawab tabloidkabarfilm.com di Galery Indonesia Kaya, Plaza Indonesia, Jakarta,  Kamis (13/11/2014) malam. Saat itu, dia mengadakan syukuran atas kemenangan film I’m Star di sejumlah festival di luar negeri. 

“Kami  mendapat kategori skenario terbaik dari Oregon International Film Awards. I'm Star berhasil menjadi juara melawan ratusan film dan skenario dari berbagai belahan dunia,” kata Damien, tentang festival yang baru-baru ini digelar di 7 November lalu.

Festival ini mencari film-film dan skenario yang diproduksi secara unik, dan telah berlangsung lima tahun di Oregon, USA yang diikuti ratusan sineas dari manca negara.

“Penghargaan ini datang pada momentum yang tepat, yaitu pada Hari Pahlawan,” lanjut Damien, yang malam itu menghadirkan para pemeran film “I’m Star”, seperti Anna Tarigan dan Natasha Dematra, serta empat pemeran sekaligus penderita autis Arya, Abhy, Ervitha, dan Shinta.

Keempat remaja berkebutuhan khusus ini juga tergabung dalam kelompok band “I’m Star” yang telah mengantongi banyak prestasi. Arya sang vokalis bersuara berat, menampilkan kemampuannya menyanyikan lagu milik Frank Sinatra, “Newyork Newyork” secara sempurna.

“Para pemain utama film ini, yaitu para remaja autis ini merupakan pahlawan sejati karena dengan berbagai keterbatasan dan kekurangan telah mengharumkan nama Indonesia di seluruh dunia,” kata Damien.

Film ini berkisah tentang perjuangan para remaja berkebutuhan khusus penyandang autisme untuk dapat diterima masyarakat dan bersekolah di sekolah biasa.

Damien menambahkan dengan bangga bahwa para remaja penyandang autis mampu berprestasi tinggi, apalagi ditunjang kemauan kuat dan dukungan luar biasa dari lingkungan mereka.

Melalui berbagai penghargaan internasional bagi film ini, ia berharap dapat menerobos barrier paradigma bahwa hanya mereka yang sehat fisik dan mental yang dapat berprestasi.

 

Kantongi berbagai penghargaan

Sederet penghargaan diraih film yang diperani remaja-remaja berkebutuhan khusus ini di tahun 2014, antaranya  Grand Jury Award dari Colorado International Film Festival, Awards of Excellence dalam kategori film cerita panjang (feature film) dan pemeran wanita utama (leading actress) untuk Natasha Dematra sebagai Mella.

Selain itu, penghargaan Awards of Merit dalam kategori penyutradaraan untuk Damien Dematra dari Accolade Global Film Competition, California, USA, Gold Award untuk Natasha Dematra (sebagai Mella) dalam kategori pemeran wanita utama dan Silver Award dalam kategori penyutradaraan untuk Damien Dematra dari International Independent Film Awards (IIFA) Los Angeles, USA.

Pada tahun 2013, “I’m Star” meraih tiga penghargaan dari Indie Fest (2013) di USA, sebagai film cerita panjang terbaik dan aktris terbaik (Natasha Dematra), dan penulis skenario terbaik (Damien Dematra).

Kendati kurang terpublikasi, I’m Star terpilih sebagai salah satu film yang diputar dalam APEC Unthinkable Film Festival 2013 pada 3-5 Oktober 2013 di Bali, untuk tayang bersama film-film lain dari negara-negara APEC. Dan beberapa prestasi lainnya. (imam) 

Read 3528 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru