Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

DUNIA musik telah berubah dari analog ke digital. Bagaimana dengan para kreatornya? “Kita harus yakin soal orisinalitas dalam berkarya,” kata Andy Ayunir, pemusik.

Andy Ayunir adalah orang dibalik sukses puluhan penyanyi. Sebut diantaranya adalah Anggun C Sasmi, Melly Goeslaw, Shanty, Rossa, Syahrini, Sandy Sandoro, Ahmad Albar, dan banyak lainnya.

Sebagai pemusik yang mengikuti beberapa era teknologi, Andy Ayunir merasakan perubahan tersebut.

“Saya mengikuti perkembangan teknologi. Perubahan itu terjadi dari hal-hal sederhana hingga cara dan rasa kita menanggapi, berinteraksi, menikmati dan mendapatkan musik itu sendiri,” katanya dalam Diskusi Industri Musik di Hotel Atlet Century, Jakarta, Kamis (13/4/2014).

Lebih lanjut Ayunir mengatakan sebagian besar dari teknologi mempermudah proses produksi musik.

“Dana yang tadinya sangat besar kini semakin terjangkau. Menjamurnya home studio yang sangat bisa dipertanggungjawabkan terhadap hasil karya senimannya. Recording jarak jauh, antarnegara, antarbenua sangat mungkin terjadi,” paparnya.

Perubahan lainnya, dulu kemasan musik berbentuk fisik seperti CD (compact disk) kini menjadi format data audio seperti MP3, wav, aiff, aac, flac, wma, dan lainnya.

Menyikapi situasi ini, menurutnya, kreator atau seniman harus membuka diri dan merubah pola pikir untuk benar-benar memahami pola baru. Sebab, walau tetap menggunakan pola lama menjunjung historikal kesenian, tetapi hal itu tidak akan berintegrasi dengan langkah dunia secara global.

“Era cyber inilah salah satu langkah berikutnya dari tahapan berkehidupan musik manusia,” katanya.

Masa depan distribusi musik Indonesia telah berevolusi dimana karya musik menjadi bagian konten dari teknologi. Kemudahan ini yang  menjadi pekerjaan rumah masyarakat musik Indonesia, untuk menentukan kesepakatan hukum, hak dan moral terhadap karya.

Menurutnya, masyarakat musik harus berbenah sebelum dilirik dan diminati dunia.

“Kita harus yakin bahwa karya orisinal kita tak dimiliki bangsa lain. Keyakinan inilah yang akan membawa kita ke nilai tinggi peradaban kebudayaan,” jelas penyandang Diploma, Synthesis dan Recording di Berklee College of Music, Boston, Massachusetts, USA (1990). 

Mengenai pola distribusi industri musik yang ditawarkan dunia saat ini, menurut Ayunir belum ada cocok untuk Indonesia.  “Harus difikirkan bersama agar muncul pola distribusi karya musik bangsa Indonesia, yang memberikan kebaikan untuk semua pihak,” kata Andy Ayunir. (kf/imam)

Read 2437 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru