Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Markas Cafe tempat nongkrong anak muda di Jalan Cipto Mangoenkoesomo, Cirebon, Jawa Barat, pada Sabtu (18/11/2017) malam ramai didatangi sejumlah pria berpakaian batik.

Mereka berjumlah delapan orang duduk di kursi yang mengepung meja panjang. Malam itu tidak ada tanda-tanda digelar resepsi dan ulangtahun. 

"Kami sebagian dari Jakarta, datang ke sini untuk bertemu dengan pak Judhi (baca: Yudi) Kristiantho dan mas Wahyu OS," kata Tjendra Bayu Irvani (47), salahsatu pria berbatik pada tabloidkabarfilm.com.

Bersama ketujuh orang kawannya, Tjendra sesama pecinta lagu-lagu pop tahun 1980an, terutama lagu yang dilantunkan artis-artis JK Records punya hajat khusus. 

Mereka menamakan diri komunitas "JK Mania", berkeanggotaan bebas yang tersebar di seluruh Indonesia, seperti juga tercatat di funpage Facebook. 

"Kami yang datang kesini hanya sebagian dari JK Mania yang kebetulan dapat jadwal ketemu sama pak Judhi dan mas Wahyu," jelas Tjendra. 

Kedua nama yang disebut Tjendra adalah pemilik perusahaan rekaman JK Records, dan pencipta lagu yang juga penyanyi.

Tjendra mengaku menyukaii lagu-lagu pop berlirik manis milik JK Records, umumnya yang berjaya dan populer di tahun 1980an akhir.

"Saya suka lagu-lagu dari para penyanyi JK Records," lanjut Tjendra.

Sebagai fans, Tjendra "lolos saringan" saat berhasil menyebut dengan gesit nama para penyanyi idolanya. 

Beberapa penyanyi yang disebutnya, Wahyu OS, Obbie Mesakh, Dian Piesesha, Anna Ciska, Prili Priscilla, Cintami Atmanagara, Meriam Bellina, Nindy Ellesse, Anie Ibon, Ria Angelina, Richie Richardo, Cyntia Maramis, Pance, Lidya Nathalia, hingga Deddy Dores. 

"Lagu-lagu dan penyanyi waktu itu punya karakter. Buat saya, mendengarkan lagu mereka jadi kenangan sendiri," ujar Tjendra yang mengaku masih lajang ini. 

Komunitas JK Mania tidak hanya hapal nama dan lagu, tetapi ada yang menjadi kolektor album (kaset) JK Records. 

"Diens Marantika dan Anjar Wismono itu kolektor album rekaman lagu-lagunya JK Record. Di rumahnya dia punya gudang kaset," ungkap Tjendra mewakili komunitasnya. 

Malam itu, JK Mania duduk bersama produser Judhi Kristiantho dan Wahyu OS. Mereka berbincang sangat akrab, sambil menikmati kudapan roti dan pisang bakar, kentang iris goreng, dan tak lupa minuman kopi.

"Kami tidak punya agenda kecuali pingin silaturahmi. Sangat menyenangkan akhirnya bisa ketemu langsung pak Judhi dan mas Wahyu. Semoga pertemuan berikutnya bisa sama Meriam Bellina atau siapa saja artis-artis JK Records," harap Tjendra. 

Kolektor kaset Anjar Wismono punya 5000 keping kaset.  "Semua saya kumpulkan dari hunting," kata Anjar.

 

Wahyu OS adalah penyanyi dan pencipta lagu yang bernaung di JK Records. Lagu karyanya menjadi hits dan fenomenal berjudul "Senandung Doa". 

"Saya sudah lama vakum dari panggung musik, tepatnya sejak tahun 1994. Jadi, sangat berterimakasih ide teman-teman komunitas JK Mania mengadakan acara pertemuan ini," kata Wahyu OS yang datang bersama Judhi Kristiantho. 

Menurut Wahyu, lagu Senandung Doa adalah lagu berasal dari bisikan hatinya. "Saya sebebarnya tidak menciptakan lagu itu, tapi hanya menulis lagu yang sudah jadi di dalam hati," katanya. 

Sukses besar lagu itu membuat Wahyu banyak undangan, hingga diminta oleh keluarga Sultan Bolkiah di Brunai Darusaalam. 

Sayangnya, sepulang dari Brunei Darussalam dia justru berpaling dari dunia penciptaan lagu dan panggung musik. 

"Saya pernah berjanji membantu petani mendapatkan pupuk untuk memperbaiki hasil panen. Pulang dari Brunei, uang saya habiskan untuk riset bikin pupuk," jelas Wahyu tentang alasannya meninggalkan dunia musik. 

Pria kelahiran Bandung, 13 Juni 1959 ini tak salah dengan pilihan hatinya. Dia sukses berkubang di dunia barunya,  tanah ladang dan sawah melalui pupuk hasil risetnya yang diakui secara akademis di sejumlah negara. 

Acara "malam mingguan" itu pun tidak hanya bicara soal lagu-lagu kenangan. Dengan lugas, Wahyu OS juga menitipkan pengalamannya di bidang pertanian kepada JK Mania. 

Sebuah pertemuan yang diluar dugaan, karena JK Mania bertemu dengan seniman yang kini menjadi penyuluh dan konsultan pertanian.

"Saya lebih banyak terima undangan dari petani, dan pihak kampus untuk jadi nara sumber pengolahan pertanian dan pupuk," jelas Wahyu, yang merupakan menantu dari penyanyi dan pencipta lagu legendaris, almarhum Deddy Dores. 

Obrolan semakin memadat di ujung malam. Silaturahmi JK Mania dengan artis pencipta lagu dan produser JK Records ditutup dengan berfoto bersama. (imam)

Last modified on Sunday, 19 November 2017
Read 376 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru