Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Keluhan Presiden Jokowi perihal gaung Asian Games XVIII tidak bergema dan kurang greget ternyata dipicu ketidak percayaan oknum pelaksana tertentu terhadap kemampuan kreator lokal dalam mengelola event internasional.

Hampir semua unsur di acara pembukaan dan penutupan event olaharaga Asia ini dikelola Five Current dari AS sebagai mind organizer, yang ditunjuk tanpa melalui proses tender terbuka.

Ketua Komunitas Merah Putih Bens Leo dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (25/5/2018) mengatakan, ditunjuknya Five Current telah menutup peluang vendor lokal untuk menunjukkan karya terbaiknya di kancah global. 

Padahal SDM vendor dalam negeri secara faktual tidak kalah dibanding produk Amerika, yang belum tentu Iebih baik.

Bens Leo mencontohkan seniman Guruh Sukarno Putra, Helmy Yahya, Ati Ganda, Purwacaraka, Jay Subyakto, Denny Malik, Eko Supriyanto, Ndol Geafary adalah pekerja seni kreatif Indonesia yang puluhan tahun sukses dalam gelaran event sejenis, baik di dalam maupun di luar negeri. 

Mereka bekerjasama dengan vendor lokal untuk menangani event besar seperti HUT RI, Sea Games 2011 di Palembang, Asian Beach Games, Islamic Games, University Games yang semuanya berskala Internasional.

Profesionalitas vendor Indonesia dalam menangani pertunjukan musik kelas dunia sudah terbukti, antaranya Mata Elang milik Hendra Lie yang menyiapkan kebutuhan konser Metallica di Stadion Utama, Jakarta. Mata Elang juga ikut memasok peralatan panggung konser Rolling Stones di Macau, 2014. 

Sedang DSS Production milik Donny Hardono menjadi langganan persiapan peralatan musik Java Jazz, konser Stevie Wonder, David Foster dan yang terbaru, DSS menyiapkan property panggung kelompok band Europe untuk pentas di Boyolali, 12 Mei 2018.

 

Mematikan industri kreatif

Seharusnya, kata Bens Leo, Asian Games XVIII Jakarta-Palembang 2018 adalah wajah Indonesia, karena Vendor dan Pekerja Seni Indonesia Iebih mengenal karakter seni dan budaya Indonesia. 

Ben Leo mengatakan, sukses prestasi dan acara bernilai kesejarahan harusnya tidak mematikan industri kreatif Iokal dan sudah sepatutnya menjadi kebanggaan putra putri terbaik bangsa ini.

Besarnya cost Opening dan Closing yang mencapai Rp 700 miliar dari APBN yang dipatok Five Current tidak bisa dipahami, sementara semua komponen terkait event ini ada di Indonesia. 

"Fakta ini mematikan industri kreatif dan keberadaan vendor production Iokal," katanya.

Ben Leo menyayangkan langkah Ketua Indonesian Asian Games Organizing Committee (INASGOC) Erick Tohir yang menunjuk Iangsung Five Current sebagai pelaksana Iapangan.

Ia menilai, INASGOC sebagai pelaksana acara ini gagal melindungi industri kreatif nasional yang mulai tumbuh.

Pemilihan vendor oleh Five Currents, dengan option bebas memilih vendor, tanpa proteksi klausul memadai jelas memasung industri kreatif nasional. 

"Event Asian Games 2018 selayaknya menjadi ajang pembuktikan ketangguhan Pekerja Seni Indonesia dan vendor lokal kita, kita bukan cuma menjadi penonton," tegasnya. (imam

Last modified on Friday, 25 May 2018
Read 440 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru