Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Sejak rajin muncul di film layar lebar, aktor Egi Fedly merasa peran yang diterimanya masih stereotype. Hal tersebut membatasi ruang ekspresinya. Namun, pria kelahiran 11 September 1956 yang mengawali karir di sinetron, memahami sistem industri film di negeri ini.

“Saya pingin juga dapat peran dan karakter yang berbeda. Tetapi, setiap ada tawaran, sutradara dan produser melihat saya cocok di karakter ini. Tak ada karakter lain,” kata Egi Fedly kepada tabloidkabarfilm.com di kantor PT Rapi Film, kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (21/4/2017).

Saat ini, Egi sedang menjalani syuting film remake dari judul yang sama Pengabdi Setan (1980), yang sukses menembus box office di era tersebut. Kini film Pengabdi Setan digarap oleh sutradara Joko Anwar.

Egi telah terlibat di sejumlah film, antaranya Ketika (2005), Psikopat (2005), Fiksi (2008), Puber (2008), Jinx (2009), Belenggu (2012), 12 Menit untuk Selamanya (2013), Hantu Pohon Boneka (2014), dan Nenek Siam (2015).

Dia juga muncul di film Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015), Alif Lam Mim (2015), The  Journey: Mencari Mata Air (2015), Headshoot (2015), 9 Sisi Gusdur (2015), 2 Batas Waktu (2015), Martina si Pembunuh dalam Empat Babak (2016), serta Nightbus (2017).

Industri film Indonesia menurut Egi belum memberi tempat kepada aktor-aktor senior. Banyak sutradara muda yang bermunculan, tetapi masih kurang berani mengambil varian pemain. 

Mindset-nya masih memakai pemain muda dan tren saat ini. Berebeda dengan film di luar, tokoh utama pun kakek-kakek. Karena di sini, yang dilihat nilai pasar, padahal pasar bisa dibentuk. Kalau kita sampai pada titik itu, keaktoran bisa lebih beragam,” ujarnya.

Bagaimana cara menyikapi situasi yang belum berpihak pada aktor senior? “Salah satu yang paling memungkinkan adalah bekerjasama dengan tim produser yang berani berbeda, meskipun itu sangat berat seperti film Nightbus. Film ini dipuji karena bagus, tapi tidak dapat layar bioskop yang maksimal. Ini masalah juga dan belum terpecahkan di perfilman kita,” kata Egi.

Karakter Egi di film khas dengan rambut panjang dan tatapan matanya yang ‘dingin dan sadis’. “Saya sering dapat peran yang muncul sekelebatan. Kebutuhan film memang mengharuskan saya muncul sedikit. Tetapi, itu merupakan tuntutan peran, untuk menghidupkan cerita. Makanya, saya tetap bersyukur atas keterbatasan ini,” katanya.

Bicara soal rambutnya, Egi mengaku sempat ingin memangkasnya pendek. “Kalau dipotong pendek, siapa tahu ada peran yang berbeda. Ternyata, tawaran kerjaan selalu menuntut saya berambut gondrong. Kalau tidak gondrong gak dipake, hehehe,” ujar Egi. (imam)

 

BIODATA 

Egi Fedly lahir di Bandung 11 september 1956, masa kecil hingga SMA di Bandung, sempat masuk Publisistik UNPAD 1977, tapi merasa kurang cocok kemudian masuk LPKJ (IKJ sekarang) Jurusan Lukis lalu (1978) lalu pindah Patung Senirupa.

Memiliki hobi di bidang musik, pada tahun 1980 bersama kawan-kawan Senirupa IKJ Egi mengikuti ajang Festival Musik Humor LHI. Grup musiknya bernama Benclunk Benclunk menjadi Juara 2 di ajang tersebut. 

Tahun 1981 mendirikan Kelompok Musik Country Babadotan bersama Iwan Fals dan Gumgum. Grup ini menyabet Juara 1 dan Favorit Festival Musik Country. Setelah itu baberapa kali membuat grup musik di kampus antara lain Kaligata (Folk), Irama Ombak Duren (Musik Humor). Tahun 1987 lagu ciptaannya, 'Jalan Setapak' memenangkan Juara I Lomba Cipta Lagu Hutan, dan mewakili Indonesia  di Environmental Music UNEP di Thailand.

Sempat bekerja antara 1985 - 1995 di beberapa perusahaan Audio Visual sebagai Creative Director. Sejak 1995 sampai sekarang dia memilih menjadi freelancer Audio Visual Production sebagai Director.

Sampai saat ini Egi masih mencipta dan membawakan lagu berthema Lingkungan Hidup dan Humanisme, didaulat sebagai Penasehat Rumah Balada Indonesia (Ully Sigar Rusady), dan aktif bermusik di Komunitas Musik Balada dan Seni di beberapa Kota.

Sejak awal 1990 hingga sekarang sebagai Aktor Sinetron Film dan Mengajar Privat/Group Acting dan Workshop Seni Peran.**

 

Last modified on Friday, 28 April 2017
Read 474 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru