Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Mantan wartawan televisi Muthia Yufada (42)  yang kini menjadi istri Bupati Musi Banyuasin Sumatera Selatan, Dodi Reza Alex Noerdin hadir dalam acara Indonesian Movie Week di Kroasia (IMW). “Saya mewakili film Gending Sriwijaya,” kata Muthia, akrab disapa Thia ditemui di Kino Tuskanac, Zagreb, Kroasia, Minggu (4/6/2017).

Di bioskop itulah diputar beberapa film Indonesia dalam IMW, salah satunya film Gending Sriwijaya arahan sutradara Hanung Bramantyo, dimana Thia ikut menjadi pemain. “Saya juga main untuk film Pengejar Angin yang juga produksi Pemprov Sumatera Selatan,” ujar Thia. 

Meski kian sibuk dengan pekerjaan mendampingi tugas suaminya, Thia masih menyempatkan diri menghadiri IMW yang berlangsung sejak 2-7 Juni 2017. “Sebenarnya pekerjaan saya menunggu di Musi Banyuasin, makanya saya tidak bisa ikut IMW sampai selesai,” ujar Thia. 

Thia menilai IMW sangat positif. “Acara ini sangat menarik. Film Gending Sriwijaya dibuat tahun 2011, mungkin kurang banyak penontonnya. Waktunya pun sudah berlalu, tetapi dia tidak mati disana. Bahwa Gending Sriwijaya tidak muncul di Indonesia tapi bisa muncul di luar negeri, ini bagus untuk memperkenalkan wajah Indonesia di luar negeri,” katanya.

Saat ini Thia lebih fokus dalam mendampingi pekerjaan suami, namun menurutnya jika ada tawaran main film dia senang hati menerimanya. Bahkan, secara pribadi dia berkeinginan membuat sebuah film. 

“Kalau ada kesempatan, waktu dan dana, saya juga mau membuat film,” lanjut Thia yang merupakan Ketua Tim Penggerak Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Musi Banyuasin.

Keinginan Thia bukan baru muncul belakangan, atau sejak menjadi Ketua TP PKK dimana para konstituennya adalah kalangan ibu-ibu dan perempuan. 

“Melihat karakter dan potensi alam dan masyarakat Musi Banyuasin, sebenarnya sejak beberapa tahun lalu saya ingin membuat film jenis roadmovie. Konsep ceritanya sudah ada, tinggal menunggu kesempatan waktu dan dananya,” kata Thia yang juga bermain di film Kalam-Kalam Langit.

Rekan Najwa Shihab dan Putra Nababan ketika menjadi wartawan di Metro TV ini tertantang memiliki karir yang bagus. “Kalau melihat teman-teman seangkatan dulu, saya jadi tertantang untuk punya karir yang bagus yang setara dengan mereka walaupun di bidang yang berbeda,” jelasnya.

Memiliki latar belakang di pasar modal dan di media yang membuat Thia bisa mencapai posisi, yang menurutnya memberi kenyamanan. “Posisi saya sekarang sudah nyaman, dan ini berkat karir sebelumnya sebagai orang media dan pasar modal. Jadi bisa luwes menghadapi banyak karakter orang di masyarakat,” terangnya.

Thia menyinggung program kerjanya sebagai TP PKK, antara lain memberdayakan kaum perempuan. Banyak produk-produk Musi Banyuasin yang dikerjakan oleh kaum perempuan seperti makanan herbal, kerupuk kemplang, ikan salai, tenun, dan lain-lain.

“Melalui kegiatan PKK,saya ingin mengembangkan apa yang sudah berjalan baik sebelumnya, agar lebih baik lagi sehingga hasilnya bisa lebih bermanfaat demi kemaslahatan masyarakat,” kata Thia menutup obrolan. (imam)

 

Last modified on Tuesday, 06 June 2017
Read 312 times
Rate this item
(1 Vote)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru