Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Trimester 2018 ini perfilman Indonesia kedatangan 'pemain' baru. Adalah rumah produksi Ratson Pictures bersama Triple A Films yang menghadirkan film "Bluebell", kisah roman berlatar dunia olahraga surving di Bali.

Film garapan sutradara Muhammad Yusuf itu dijadwalkan tayang di bioskop mulai 5 April mendatang. 

Untuk memperkenalkan film tersebut, Ratson Pictures menggandeng Electronic City sebagai salahsatu sponsor menggelar acara peluncuran trailer film yang diperanutamakan artis remaja Regina Rengganis dan Qausar Harta Yudana.

Claudia Stefanus selaku produser Ratson Pictures mengatakan, produksi ini merupakan yang pertama. 

"Saya ini drama lovers, jadi memilih cerita drama cinta remaja untuk produksi pertama," kata Claudia usai peluncuran trailer Bluebell di Electronic City, Kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Menurut Claudia, sebelumnya dia dapat tawaran dua cerita dengan genre berbeda. 

"Yang satu lagi cerita horor, tapi saya ingin drama romantis dululah," katanya pada tabloidkabarfilm.com di tempat yang sama. 

Tentang cerita yang diangkat ke film, menurut wanita kelahiran tahun 1972 ini dia dapat dari Muhammad Yusuf, sutradara sejumlah film horor pemilik rumah produksi Triple A Films. 

"Secara tidak sengaja, kami bertemu dan satu visi untuk bikin film ini. Dia juga yang nulis naskahnya," lanjut Claudia. Siang itu, Muhammad Yusuf tak hadir. Menurut Claudia mitra kerjanya itu sedang di luar negeri. 

Sebagai pendatang baru, Ratson Pictures menghadirkan pola mixing antara film dan musik. Film Bluebell menyajikan enam lagu yang dimeas dalam CD, dua lagu diantaranya dibawakan oleh presenter dan VJ Franda berjudul BIAS dan I Can't Dream On.

Mengenai konsep gabungan film dan musik ini, Claudia berharap musik akan lebih mendukung film. 

"Penonton akan merasakan hal berbeda ketika nonton, karena film drama ini sangat dalam dan menyentuh. Apalagi dibumbui lagu-lagu yang mendukung," kata Claudia yang mantan profesional di bidang finansial ini. 

Industri film menjadi dunia baru bagi Claudia. Oleh karena itu, dia merasa seperti diceburi ke kolam yang besar. 

"Ibarat orang baru belajar berenang, saya diceburi ke kolam yang sangat besar. Jadi, ketika ada bebek-bebekan ngambang pun akan saya tangkap untuk pegangan," jelasnya. 

Menatap ke depan, Claudia optimis industri film Indonesia memiliki potensi bisnis yang menjanjikan. 

"Yang penting buat saya, membuat film dengan baik adalah dengan cerita yang baik dan juga punya nilai-nilai positif bagi penonton," ujarnya. 

Secara terbuka, Claudia mengajak siapa saja untuk bermitra dengannya. "Siapa pun, dengan membawa cerita genre apa saja boleh bermitra dengan kami. Kami terbuka untuk kerjasama produksi," pungkas Claudia. (imam

Last modified on Thursday, 01 March 2018
Read 3583 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru