Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Meski menjalani syuting sinetron stripping, Elma Theana (43) masih sempat berorganisasi dan bahkan membuat film pendek! Film kreasi pertamanya itu berjudul Bumerang menjadi Juara Pertama Lomba yang diadakan Perkumpulan Artis Film Indonesia (Pafindo) dimana dirinya menjadi anggota.

“Ini pengalaman pertamaku bikin film. Bisa dibilang belum profesional, ya. Tapi lumayan, sih,” kata Elma Theana, usai menerima hadiah di Pondok Pesantren Al Mati’in, Tangerang Selatan, Minggu (10/6/2018) malam.

Film karya Elma bercerita tentang drama komedi keluarga dengan para pemain antaranya Wati Siregar, Elma Theana, Suprapto, Hesty Louder, dan Agus Pengampon.

“Para pemainnya kebetulsn anggota Pafindo juga, makanya untuk biaya produksi film ini murah-meriah,” ungkap Elma selaku sutradara dan penulis cerita film.

Pengalaman artis yang puluhan tahun berada di depan kamera, tidak serta merta memberi kemudahan saat mengeksekusi gagasannya. “Aku sudah terbiasa lihat syuting, tapi bukan berarti jaminan bisa bikin film. Ribet dan capeklah, tapi seru juga,” katanya.

Beberapa film lainnya juga mendapatkan apresiasi dan dinilai oleh Dewan Juri yang terdiri dari Tya Subiakto, Aria Kusumadewa dan HRM Bagiono, yaitu film Takdir Kelam (Juara II) karya Tia Fairuz dengan pemain Tia Fairuz, Adhi Gharing, dan Rere. Sedangkan Juara III, film Arwah disutradarai Rency Milano dengan para pemain Roby Bo, Prabu Sadega, dan Hendry Kibo.

“Produksi film pendek merupakan bagian program internal Pafindo, selain kegiatan lainnya seperti kerjasama dengan berbagai organisasi dan instansi,” kata Ketua Umum Pafindo, HRM Bagiono.

Menurut Tya Subiakto yang membidangi program Produksi Film di Pafindo, rencana ke depan juga akan mengadakan festival film pendek Pafindo yang melibatkan masyarakat diluar organisasi.

“Kami ingin anggota Pafindo memiliki kegiatan yang memancing kreatifitas. Lomba Film Pendek kali ini, sekaligus upaya memberi pelatihan kepada anggota agar mereka lebih mengenal dunia produksi film,” kata Tya saat dijumpai di kawasan Bogor, Jawa Barat pekan sebelumnya.

Ketiga film diputar diputar bersamaan dengan kegiatan sosial Pafindo di Ponpes Al Mati’in, Tangerang Selatan.

“Sengaja kami menggabungkan penyerahan penghargaan kepada film pemenang dengan acara buka puasa bersama anak-anak yatim di sini. Kami berharap, anak-anak bisa bergembira bertemu langsung dengan para artis yang juga ikut membuat film yang mereka tonton,” kata Bagiono.

Hadiah pemenang diberikan langsung oleh Bagiono berupa uang tunai. “Besarnya tidak seberapa, ya lebih seperti uang pengganti biaya produksi. Kalau biaya standar mereka buat tentu sangat mahal, karena mereka semua profesional. Tapi, lomba ini dari kita untuk kita, jadi biayanya gak besar,” ujar Bagiono. 

Menurut Elma Theana, hadiah yang diterima timnya sebesar Rp5 Juta. “Ini uang pengganti biaya produksi aja, sama uang nasi kotak. Karena aku yang bikin dan ikutan main, biayanya bisa ditekan gak sampai tiga juta. Jadi masih ada untung dua juta,” kata Elma sambil tertawa. (imam)

Last modified on Monday, 18 June 2018
Read 181 times
Rate this item
(0 votes)
Tagged under
TIS

шаблоны joomla на templete.ru