Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Sha Ine Febriyanti (42) memiliki segudang talenta namun lebih mengerucut di seni peran teater dan film.

Dalam waktu dekat, artis kelahiran kota Semarang, Jawa Tengah ini akan tampil sebagai Nyai Ontosoroh di film Bumi Manusia adaptasi novel karya sastrawan Pramoedya Ananta Toer besutan sutradara Hanung Bramantyo. 

Siapa mengira jika perempuan berparas cantik yang dikaruniai tiga anak ini suka melahap hewan kecil jenis ulat di hutan? Dia juga penikmat dedaunan dan umbi di hutan. 

"Duluu saat ikut pelatihan jungle survival, selama 3 hari dilepas di hutan cuma bawa parafin sama garem dan pisau victorinox thok," ujar Ine dalam obrolan dengan tabloidkabarfilm.com, Selasa (7/8/2018).

Pengalaman Ine mendaki gunung boleh dibilang cukup heroik, dilakukan sejak lajang hingga menikah dan punya momongan. 

"Sebagai 'anak gunung', kami diedukasi soal tanaman yang bisa dimakan dan yang beracun," ujar artis yang juga sutradara dan produser film ini. 

 Menurut Ine, kehidupan di hutan memberi banyak manfaat baginya. Selain dekat dengan alam, saat di gunung dia belajar untuk hidup ala kadarnya. 

"Di hutan banyak makanan enak. Daun pohon pakis, misalnya. Batangnya serasa kaya lontong. Ngenyangin (membuat perut kenyang). Daunnya juga enak," ungkapnya. 

Sebagai tambahan nutrisi tubuh, selain makan dedaunan dan batang Pakis yang mengandung karbohidrat, Ine dan gank pun ngemil hewan kecil. 

"Buat asupan protein, kita makan ulet hutan yang warna putih. Lalu dibakar dan digaremin. Eh, rasanya lezat juga nggak kalah sama sate kambing haha. Mungkin karena lagi laper juga ya?" 

Tentu saja pengalaman pertama mengkonsumsi ulat menjadi tantangan bagi Ine. 

"Tapi karena laper dan nggak ada pilihan.. eh jadi doyan," kata Ine yang terakhir kali mendaki di tahun 2016. Saat itu dia mendaki Gunung Semeru. 

Meski demikian, masih ada keinginan Ine mendaki gunung. "Inginnya sih ke Everest," katanya menyebut nama gunung di Nepal. 

Kesempatan mendaki Everest pernah datang pada tahun 2008, ketika ada pihak yang mengajaknya ke sana. 

"Hampir kesampaian tapi karena habis melahirkan anak ketiga, dan ekspedisinya selama 3 bulan, aku parno sendiri ninggalin anak. Kepikiran kalau badannya panas terus aku nggak bisa turun. Hahaha. Akhirnya batal ikut," jelas Ine.

Kalau pun harus mendaki lagi, Ine tidak pasang target seperti dulu. Menurutnya gunung di mana saja akan memberi spirit untuk mengingat betapa kecilnya manusia di hadapan Tuhan. (imam

Last modified on Wednesday, 08 August 2018
Read 197 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru