Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Profesinya sebagai pelatih seni peran (acting coach) tidak diragukan lagi. Susilo Badar (52) telah berkontribusi di sejumlah film nasional, memoles para artis sebelum tampil di depan kamera.

Sejumlah film ditangani oleh Susilo antaranya Pulau Hantu 1, Pulau Hantu 2, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk, Jokowi Adalah Kita, Malaikat Kecil, Chek in Bangkok, dan lainnya.

Saat ini pria berkumis kelahiran Surabaya, 16 Desember 1967 itu sedang melatih tiga orang remaja calon pemain film Rangda. Film horor itu akan disutradarai Bambang Drias dan syutingnya dijadwalkan pertengan Oktober 2018 di Bali.

Ketiga pemain remaja yang dilatih oleh Susilo adalah Deva (14), Weda (11), dan Mikayla (11). "Mereka masih awam tentang apa dan bagaimana berperan di dalam sebuah film. Untuk dasar-dasar pembekalan film aku punya silabus 10 kali pertemuan dengan setiap calon pemain," kata Susilo kepada tabloidkabarfilm.com, Minggu (13/10/2018).

Diluar pelatihan menggunakan sistem silabus itu, Susilo juga menerima murid akting secara private.

"Semuanya dengan persyaratan, yaitu aku harus bertemu calon murid tersebut. Jadi, tidak semua murid aku terima," jelas Susilo.

Menurutnya, pelatihan akting dan reading (intonasi) bagi setiap calon pemain sangat berbeda satu dengan yang lainnya.

"Kalau ada yang bertanya berapa lama treatment untuk calon pemeran pemula sampai dianggap mampu dan layak mengisi peran di film? Nah, untuk menguasai peran dalam skenario pasti ada latihan lagi. Pertemuan bisa dilakukan berapa kali, tergantung dari kesulitan tokoh yang diperankan," jelas Susilo.

Selama mengajar, Susilo mengaku pernah menemukan kasus pemain yang sudah lolos casting ternyata menurutnya tidak layak tampil.

"Beberapa kali aku menghadapi calon pemain yang terpaksa aku katakan sulit untuk karakter tokoh yang harus diperankannya. Biasanya, langsung aku analisa penyakitnya apa, dan pasti aku punya obatnya," katanya.

Susilo mengaku selalu punya 'obat' untuk penyakit tertentu dalam hal kemampuan akting calon pemain.

"Kalau aku gak punya obatnya, biasanya bukan masalah akting atau masalah disiplin dan atau atitude maka aku akan minta mundur atau ganti pemain. Kalau masalah akting, aku pasti punya obatnya," ungkap Susilo.

Oleh karena itu, pola pelatihan peran bagi setiap artis tidak disamakan.

"Karena masing-masing punya 'penyakit' yang berbeda. Obat yang aku beri sesuai kebutuhan penyakitnya. Masak orang sakit kepala aku kasih obat sakit maag?" kata Susilo.

Melatih ketiga remaja yang akan berperan di film "Rangda" menurut Susilo cukup merepotkan.

"Tetapi justru karena merepotkan itulah, maka aku ada buat mereka. Iya kan?," pungkas Susilo. 

Film Rangda merupakan proyek terbaru Bambang Drias selaku sutradara. Rangda adalah ratu dari para Leak dalam mitologi Bali. 

Makhluk menakutkan ini diceritakan sering menculik dan memakan anak kecil serta memimpin pasukan nenek sihir jahat melawan Barong, yang merupakan simbol kekuatan baik. (imam)

Last modified on Tuesday, 16 October 2018
Read 451 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru